Wedding Jitters

Heya readers…

Hiks…hiks… entah kenapa menjelang hari H, kok malah ada beberapa masalah ya?😦. Terutama Diana yang stress karena keputusan menikah telah disepakati di Tembilahan. Diana maunya di Jakarta… sedangkan gue, gue maunya di manapun dengan satu syarat, Diana bahagia sama gue. Kadang gue berpikir… apa Diana ngga bahagia sama gue ya, makanya dia sibuk memikirkan pernak-pernik dan printilan pernikahan. Padahal kan keluarga siap membantu, asalkan kita percaya🙂. Buktinya pas lamaran, keluarga gue dan dia nanya apa aja yang belum disiapin, karena mereka sebenernya suka buat dilibatkan. _MG_5452

Makin down aja memikirkan kalo Diana ngga bahagia sama gue😦. Tapi gue mau tetep berusaha jadi lebih baik karena mungkin waktu gue maupun sikap gue ada yang salah sama dia. Gue pun ngga akan pernah berhenti berdoa agar dia selalu sayang sama gue🙂.

Mungkin Diana stress karena dia takut bahwa acara di Tembilahan ngga berjalan sesuai rencana aau dia takut kesan keluarganya yang ngga baik di mata keluarga gue. Padahal keluarga gue udah dibriefing oleh gue dan om Ayud, bahwa keadaan di sana akan sulit transportasi dan mungkin ngga ada penginapan yang mewah. Tapi mungkin Diana belum kenal keluarga gue… kami berangkat dari keadaan yang sangat sulit dan hampir semua ikut ke bokap dulu untuk hanya sekedar tinggal. Makan pun kita sempet berbagi sampai jatah masing-masing ngga bisa diblang layak. Gue jadi inget bokap dulu cuma punya motor butut untuk mondar-mandir di rumah kontrakan. Pertama kali punya mobil yaitu mobil bak bobrok yang bisa digunakan untuk angkut ikan dan udang, karena dulu bokap aktif di Nelayan perikanan. Jadi jangan harap kami adalah keluarga yang suka dengan kemewahan hotel berbintang dan malah maunya menginap di suatu rumah biasa atau hotel seadanya asalkan mudah mandi dan sholat🙂.

Tapi gimana meyakinkan Diana yah… dia terlalu sibuk memikirkan ketakutannya dan menurut gue udah melewati batas yang ngga wajar. Seandainya gue selalu di sampingnya, maka gue akan memeluk dia dan mengatakan, “everything’s gonna be allriiiightttt!” and kiss her though🙂.

_MG_5514Kalo kata orang jowo in english… ini namanya “wedding jitters”…  penyakit semacam gugup dan mengalami ketakutan tertentu menjelang pernikahan. Diana… andai aku bisa ngeyakinin kamu, aku itu bukan orang yang suka dengan semacam kemegahan atau kemewahan, karena resepsi hanya akan dilewati begitu aja dan ngga akan ada yang inget lagi akan semua itu ketika kita udah hidup bersama. Yang terpenting adalah tujuan pernikahan dan kita akan bisa buktikan kepada semuanya bahwa cinta kita abadi dan sejati. Well… semoga Diana makin rileks dan ngga berprasangka terus sama gue dan keluarga, terutama tentang dilaksanakannya pernikahan di Tembilahan😦.

Terus terang… gue cuma pengen dia bahagia, di tengah-tengah kesibukan mempersiapkan kantor baru, gue agak sulit melihatnya stress, karena gue butuh dukungan dan terutama… senyumnya yang manis🙂.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s