Tips Jual Beli Sebidang Tanah (Selain Waris)

Heya Agan-agan sekalian, untuk mengingatkan agan-agan dan juga ane khususnya supaya ngga lupa, nanti kalo mau jual atau mau beli tanah, langkah-langkah yang harus dilaksanakan adalah sebagai berikut :

Kalo Tanahnya Belum Bersertifikat :

– Lihat dulu gan jenis tanahnya, kalo jenisnya bekas hak milik adat (Girik atau V.I), maka tanah tersebut jual belinya dengan akta PPAT, kalo jenisnya tanah negara (BTP, Garapan, dll..) maka dengan akta Notaris walo Notaris biasanya juga PPAT.
Kemudian kalo si pembeli belom mau langsung mensertifikatkan tanahnya, maka si penjual aja yang bayar pajak dulu (PpH) sebelum jual beli, nanti si pembeli baru bayar di kemudian hari kalo tanahnya mau disertifikat, tapi pajak pembelinya ngikutin NJOP tahun di mana dia mau melaksanakan pendaftaran tanah itu.

NB : Untuk tanah-tanah negara dicek dulu posisinya, kena planning apa ngga, soalnya nanti kalo kena planning pemerintah dalam waktu dekat, maka biasanya IMB ngga keluar, jadi agan ngga bisa bangun rumah, tapi it’s oke kalo emang udah ada bangunannya atau IMB pernah keluar. Jadi cek dulu apakah si penjual ada IMBnya.

Kalo tanahnya udah bersertifikat (didaftar) :

– Agan harus cek dulu sertifikat asli sampe ada cap “telah dicek” dari Kantor Pertanahan setempat. Kalo udah ada cap itu berarti tanah clear dan tidak bermasalah dan tidak sedang dalam penjaminan ke kreditur manapun. Kemudian baru bisa dilaksanakan Jual Beli di hadapan PPAT setempat.

Buat Sertifikat yang masih dikeluarkan oleh Departemen Dalam Negeri (covernya ada tulisannya gan) maka harus diganti blanko dulu sesuai cover sertifikat yang sekarang dan nanti kalo masih ada Gambar Situasi maka akan diadakan Plotting sampe terbit Surat Ukur).

Hal ini diurus paralel juga bisa kok. Pokoknya begitu clear, maka pelaksanaan Jual Beli dilakukan setelah Penjual dan Pembeli Bayar Pajak.

Langkah selanjutnya adalah cek tunggakan pajak, bisa langsung ke KPP setempat yang menerbitkan SPPT-PBB, bawa aja yang tahun terakhir trus bilang mau cek tunggakan pajak. Nah kalo ada tunggakan, maka penjual harus melunasi sampe tahun terakhir. Kalo tanahnya belum bersertifikat dan belum pernah dibuat SPPT-PBBnya, maka dibuat dulu dan harus dilunasi 10 tahun terakhir… hiks… hehehe.

Setelah langkah-langkah di atas selesai, maka agan akan aman tentram dan nyaman deh kalo mau jual atau beli tanah. At least kalo agan mau jadi calo tanah pun jadilah calo yang keren  ..

Nah sekarang penghitungan Pajak Penjual dan Pembeli yah.

– Perhatikan yang paling besar, nilai transaksi atau nilai njop total tanah, nah yang paling besar itulah sebagai dasar penghitungan pajaknya :

1. Pajak Penjual (PpH atau sering disebut SSP, padahal SSP adalah formnya) :

Nilai transaksi atau NJOP total x 5%

2. Pajak Pembeli (BPHTB atau sering disebut SSB) :

(Nilai transaksi atau NJOP total – 80 juta) – 80 juta
Hasilnya cuma beda 4 juta dari Pajak Penjual, ini udah pasti gan .

Posting by ane pake nick Vanilamacciato di Kaskus Forum, Casciscus, Melek Hukum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s