Those days

Heya readers,

Hmm… tiba-tiba teringat lagi masa-masa kegagalan gue dulu, dari SMU yang gue ngga diterima lagi di IPA, kemudian mau dikeluarin dan harus pindah sekolah. Bokap pernah bilang, “kalo kamu ngga bisa diterima di IPA, masa depan kamu udah ngga ada”. Gue sebenernya masih dikasih tempat di urutan kelas bobrok di IPS, andai aja gue masih mau diberi kesempatan oleh sekolah. Nyesel juga ya terlalu bandel…. makanya nanti kalo gue punya anak, akan gue suruh buat kalem aja selama SMU :p, yang penting otak berisi. Nilai beberapa mata pelajaran gue emang ngga terlalu bagus, tapi hanya karena guru Biologi dan yang waktu itu wali kelas ngasih gue nilai merah dan peringatan melalui Kepala Sekolah karena trek-trekan gue, maka adios SMUN 31 dan welcome SMUN 30.

Dulu gue udah mau masuk SMU 68, artinya udah milih situ, tapi karena sistem rayon, gue ngga bisa. Gue pengen punya lingkungan yang penuh anak-anak populer waktu itu, karena desire masa ABG yang aneh, gue kepengen bisa ngeband sepuasnyah!

Setelah gue harus pindah, gue udah ngga terlalu ditekan sama bokap gue lagi, eh ngga taunya gue bisa masuk IPB! Kampus yang kalo gue sama temen-temen cabut ke Bogor, selalu jadi tempat ngaso dan numpang pipis kalo dari tol. Ngga nyangka, dari beberapa anak di sekolah-sekolah Jakarta dan Depok, waktu test Gunadarma pun gue urutan pertama. Test Kedokteran di Trisakti dan Atmajaya udah lulus semua :p, tapi gue ngga mau ambil karena waktu itu biaya gaul mahal. Jadi gue memilih IPB dan juga membakar formulir-formulir pendaftaran termasuk University of Western Australia :p.

Di IPB ngga begitu spesial, karena di situ bokap dan nyokap kurang memperhatikan kesejahteraan gue. Kemudian sepertinya sangat ngga peduli dengan apa yang gue lakukan untuk bertahan hidup. Masa sih seminggu cuma Rp. 200.000,- ? Hmm…. sempet juga ribut beberapa kali sama bokap dan nyokap, ngga tau karena apa, mungkin karena ditekan terus sama mereka, berharap gue bisa jadi yang terbaik tapi mereka bahkan ngga nanya dari mana gue setelah gue 2 bulan KKP di Kuningan, Jawa Barat, di sebuah Desa terpencil. KKP dua bulan dan pas dateng biasa aja???. Well it’s a dark days before I met my bestfriends Ido, Rully dan anak-anak Soil Science kayak Irwan, Lubis dan Deni a.k.a Tabalong. Hmm… hari-hari yang berat adalah saat gue kehilangan kesempatan melanjutkan kuliah di IPB, udah semester 7… yappp… lagi-lagi gue gagal. Gue sempet terlibat sebuah aliran ajaran yang banyak orang bilangnya sesat, tapi menurut gue, jalan kita aja yang beda… Tuhan tetep satu, Allah SWT.

Alasan gue terjerumus aliran itu antara lain karena keingintahuan gue terhadap apa tujuan gue hidup di sini. Apa cuma mati aja? Bagaimana gue bisa menjamin diri gue masuk surga kalo setiap doa selalu ada kata mudah-mudahan. Apa sih misi gue di dunia yang fana ini?…. Well, at least itu yang ada di pikiran gue pada waktu itu. Dan karena terlalu aktif di situ, gue ngga masuk-masuk ujian kuliah di IPB yang akhirnya menghasilkan D.O. buat gue. Yappp guys, gue didrop out, and I don’t really shame to tell it to you all🙂.

Setelah peristiwa itu gue ngga pernah bisa keluar kamar, gue malu, gue sering berteriak karena nyesek banget sebelum akhirnya terkadang berujung air mata. Sakit rasanya, dicurigai oleh orang tua sendiri kalo gue masih ikutan aliran itu, kemudian sedih rasanya harus mengulang kuliah di Universitas yang sering jadi bahan olok-olokan. Dan… hancur rasanya ketika tau temen-temen udah pada wisuda dan sukses, sebelum akhirnya pada menikah bahagia…

Tapi hal yang ngga diduga datang, gue bisa mengatasi semuanya sendirian, gue bisa kuat. Di kantor, gue bisa belajar beberapa hal dengan pesat, gue bisa tahan semua ejekan dan omongan orang karena gue cuma bisa bekerja dengan bokap gue. Mau gimana lagi Lulus S1 aja belum, gimana bisa ngelamar kerjaan ke luar? Kadang minder, karena dalam pikiran, gue hanya tamatan SMU… sedih banget rasanya kalo ditanya atau pas lebaran ketemu saudara sepupu-sepupu mereka selalu bilang, “kok bisa gagal?”. Well gue anggap semua itu cuma pecutan gue dan penghalang agar gue ngga bangkit lagi. Tapiiii…. selama pendidikan gue di Universitas yang membuat konflik antara Ratu Atut dengan Marissa Haque itu, gue bisa jadi guru Bahasa Inggris di Lembaga Pendidikan kecil, trus gue juga bisa jadi trainer Moot Court Philip Jessup Competition. Sidang hukum bahasa Inggris yang terutama kasusnya diangkat dari kasus-kasus Internasional dan mengenai hubungan Multilateral antara UN dengan Nation-nationnya.

Yap, Adith yang gagal mulai bangkit pah, You will never know that I got the power inside. Then setelah di kantor gue bisa cari uang sendiri dan pemasukan untuk kantor, gue semakin terbiasa dan akhirnya gue bisa masuk Magister Kenotariatan UI. Salah satu target yang paling dicari oleh calon-calon Notaris handal.

Makin lama makin bisa bangkit dan bahkan memberikan kebahagiaan itu pada orang tua… tapi kok gue ngga berhenti ditekan ya? Gue sering banget akhir-akhir ini mendapatkan sesuatu yang dinamakan “stress” dan kesedihan karena keponakan gue terkena kanker Getah Bening atau disebut juga Limfoma. Hari Minggu gue aja selalu abis buat nemenin bokap… dari berenang sam[ai latihan, please dad… Sunday is for relaxing my body and mind “-___-.

Well… begini lah hidup, beginilah cobaan… yang terpenting, sekarang gue udah ngga sendiri lagi mengalami ini semua, karena sekarang gue udah punya Diana🙂, seseorang untuk berbagi beban hidup🙂.

Sesungguhnya cobaan-cobaan itu cuma bikin gue seperti berlian, dari batuan vulkan yang dipanaskan secara intensif oleh lava dan suhu yang ekstrim, menghasilkan berlian yang snagat indah dan merupakan batuan paling kuat tingkat kekerasannya. Menggores intan hanya dengan intan… so I think it’s me.. I can do more with my power to get up!

Well… that’s all folks, apapun cobaan yang menimpa kalian, anggaplah bahwa kalian adalah intan-intan yang perlu dipanaskan dan dibentuk menjadi berlian yang terpilih…

Good Nite everybody… Good night dear Diana…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s