An inappropriate reason

Dear World,

Gue punya masa lalu yang sangat amat tidak Fun. Gue penuh kegagalan dan ketidaknyamanan apabila diingat-ingat. Gue hampir drop out dari IPB, sebelum akhirnya gue disuruh mengundurkan diri agar lebih terhormat. Gue sebelumnya juga ngga sekolah di tempat yang keren, bahkan SMP gue juga di deket kandang ayam…

Gue lahir di lingkungan kampung, lingkungan yang ngga pernah terbayangkan untuk ditinggali seorang Notaris terhormat yang sukses seperti bokap sekarang. Gue tumbuh dari anak-anak kampung walo gue hidup di Jakarta. Gue ngga sempet mikirin masalah pergaulan atau lifestyle karena gue sangat sibuk dengan apa yang gue suka lakuin, yaitu menjaga keluarga. Temen-temen sekolah gue ngga banyak yang sukses, malah beberapa yang ketemu masih menganggur.

Gue harusnya bersyukur, bukannya iri sama orang-orang yang terlihat sukses maupun terlihat mapan. Gue bisa seperti itu juga kan? Gue ngga boleh iri karena gue adalah orang yang beriman, beribadah dan berbuat baik, at least I try🙂. Gue harusnya bangga, Adith kecil yang kampungan dan sering menjadi bahan tertawaan menjadi Adith yang sering jadi konsultan orang-orang di pekerjaan🙂. Gue harusnya bangga karena permainan gitar gue lumayan di atas rata-rata sehingga bokap selalu mencari gue apabila dia mau nyanyi🙂.

Dan… Gue harusnya bangga, punya seorang Diana, yang komplit dan sempurna….. Diri gue merasa terhormat buat jadi pendampingnya. Tapi terkadang gue punya pikiran minder… Hello? Diana adalah wanita yang hebat! Lingkungannya penuh dengan orang-orang yang hebat! Yang menyukainya pun pasti cowo-cowo yang hebat! Keren dan eksklusif seperti iphone🙂. Tapi seharusnya gue malah lebih merasa beruntung, Diana menyayangi gue tanpa cela… Gue bodoh kalo malah iri dan minder banget. Gue juga punya sahabat-sahabat yang hebat, Ido dan Rully serta Tiaranya, mereka ngga tergantikan walo selama apapun kita ngga ketemu. Gue punya temen-temen di studio musik yang hebat-hebat, mereka punya skills dan pergaulannya baik-baik. Gue punya orang tua yang hebat, yang selalu mengajarkan kesederhanaan, kesetiaan dan kerja keras.

Gue sangat bodoh malam tadi…menceritakan lagi dan lagi ratapan bodoh yang selalu menjadi alasan gue minder. Mau kuliah di manapun, gue adalah si Adith kecil yang beruntung🙂. Gue adalah si Adith kecil yang tumbuh dari kesederhanaan dan kerja keras. Semua yang gue punya sebelumnya berawal dari tetesan air mata seorang cowo yang pernah gagal dan hampir ngga kuat buat bangkit lagi. Hampir semua temen-temen di Magister tanya ke gue dan gue ngga sadar, hampir 100 % gue bisa menjawab pertanyaan mengenai pekerjaan dan kasus-kasus itu🙂. Alhamdulillah…

Gue adalah Adith kecil yang tetep kampungan, tapi gue beruntung dicintai dan disayangi seseorang yang sangat hebat… Diana Sofyan… Gue sayang banget sama dia, jangan sampe kebodohan dan keminderan gue jadi penyakit hati dan pengganggu hubungan gue. Semua itu hanya tercipta dari pikiran buruk dan trauma-trauma gue. Ngga ada hubungannya sama kenyataan indahnya kisah gue sama Diana, c’mon Adith, u can do it!

image

Gue harus selalu bersyukur…bukan minder… Ya Allah, tenangkanlah hati dan jiwa ini agar aku senantiasa bisa bekerja keras meraih hidup yang layak🙂. Amin Ya Rabb…

image

Sincerely…
Aditya Putra Patria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s