Adith… Adith… Adith

Again and again…

How can I live with this negative thinking!!?

How can I survive this sorrow?!!!

Entah kenapa, lagi-lagi gagal menahan emosi. Gue ini akan kehilangan orang-orang di sekitar gue kalo gue tetep kaya gini. Gue harus berubah… Yeap… berubah total untuk memberikan kenyamanan khusus buat orang yang gue sayangi.

Kemarin, kemarinnya lagi, sekarang pun gue selaluuuuuuu aja mempermasalahkan yang ngga penting. Gue malu sama Diana😦. Dia udah begitu baik dan gue childish. Kenapa yah dia ngga pernah jealous atau marah? Ataukah karena dia dewasa? Bahkan lebih dewasa dari gue.

Now I will write a letter to myself:

“Damn… Adith… Kenapa si loe begini? Loe udah dicap baik sama orang-orang tapi malah loe menghancurkan diri loe sendiri. Inget, keluarga butuh loe! Loe mungkin belom bisa apa-apa…tapi loe harus jadi yang bisa apa-apa. Loe udah dikaruniai keluarga yang baik, calon istri yang super hebat, cantik, setia, loe juga punya sahabat yang selalu ada…tapi kenapa loe selalu aja menghancurkan semuanya? Seolah-olah loe yang paling ancur, paling sakit, paling tersiksa… Lihat Ravi Dithh!!!! Bego loe. Loe harusnya bersyukur…tolol! Loe dan pikiran negatif loe terhadap Diana malah menjadikan kebodohan loe makin meningkat. Ketakutan loe adalah ke-dungu-an yang parah! Diana itu setia! Diana ngga mungkin nyakitin loe. Jangan pake cara lama dong, lu ketemu bidadari yang ngajak loe ke kebaikan. Loe juga harus lebih baik supaya dia ngerasa beda sama orang2 yang pernah loe lakuin! Masih belum cukup…yang loe udah lakuin ke Diana, lu harus terus bahagiain dia! Harus! Dan bokap loe, hormati bokap loe, ngga ada yang tau umur dith! Semua harus lu hargai. Sekarang sayangin diri loe, banyak ngaji dan merenung. Sholat tepat waktu! Jangan mikirin orang lain selain lu dan Diana dalam masalah kehidupan. Lu selalu berpikiran negatif tentang anak gaul, kehidupan hedon, fuck with all that!! Loe juga pernah punya banyak temen kya gitu! Banyak kan?!! Cuma loe bisa banget nutupin kekecewaan loe pada diri sendiri dengan membenci orang-orang seperti itu. Lu bagian dari kehidupan seperti itu, ngaku loe, ngaku!!!! Inget, Diana bukan orang seperti itu… Dia baiiiik! Mana kenangan dari Desa di Kuningan? Mana kenangan dari Merapi? Mana kenangan dari daerah-daerah yang membuka mata loe bahwa hidup adalah untuk membantu orang lain! Punya miimpi hebat, harus jadi orang hebat. Satu hal yang harus loe tau, bidadari yang asalnya dari Tembilahan sangat nyayangin loe!.”

Me answer :

“Hey you damn writer… I will change my life, to a better one🙂. The last is the best, just like the one that’ve came into my life🙂. Diana it is. Gue janji…mau banyak beribadah. Besok subuh di mesjid, besok mau sholat tepat waktu dan besok mau memperlakukan Diana lebih baik. Eh, sekarang deh! Semua harus dimulai sekarang! Makasi ya buat kritiiknya, now u have to help me to fly up high to catch a dream… Marrying Diana…”

🙂

I love u, Diana Sofyan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s