EMEN

Yap… Emen, seorang tukang cukur yang bertangan dingin, ekspresinya flat tetapi tega banget sama customernya.

Gue udah dicukur sama tukang cukur ini selama lebih dari 10 tahun! Maka kegantengan gue masa SMU adalah sumbangan dari si Emen juga.

Suatu hari, si Emen pernah diprotes sama orang yang lagi dicukur dia, percakapannya adalah sebagai berikut :

Customer : “men, kayaknya ni kurang rata deh sampingnya”.

Emen : “mana si? Ngga kok, ude sama ah”.

*Emen kembali mencukur untuk meratakan

Customer : “masi belom men!”

*Emen kembali mencukur dengan tenang dan tanpa ekspresi

Customer : “dun… kok masi belom ya men, masih ngga rata aja”

Emen : “ah, itu sih pala loe yang peyank!!

*suasana hening tanpa suara hingga akhirnya giliran gue cukurūüôā.

Itu adalah salah satu sifat Emen, dia ngga bisa diprotes :p.  Kalo cukur, dia selalu membicarakan hal-hal politik atau hal-hal mengenai kehidupan. Orangnya seadanya dan ngga pernah mengeluh dengan keadaannya. Tapi gue sedih banget akhir-akhir ini, ongkos cukur Emen naek jadi Rp. 15.000,-.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s