Berlibur ke Pulau Tidung

Today we’re gonna go on holiday to an island, Tidung it is. Well… It’s quite a refreshing time and to defrag my brain with the things going on office.
The crew are Me, Ido, My sister (Pungky), Rully + Tiara and some of our friends and relatives. Gotta be ready, coz at 6 o’clock we meet on Muara Angke. What an early meeting “-___-, masih ngantuk pula.

Gue penasaran, ada apa sih di Pulau Tidung? Well… Kita lihat ulasannya sebagai berikut :p. By the way, jadi inget field trip trus bikin laporan :p. What a holiday.

Sekitar jam 7 pagi kami berangkat dari muara angke sempet kacau akibat kurangnya koordinasi antara Panitia dan pemilik kapal penumpang. Gue inget harus cek standar keselamatan kapal di antaranya jumlah pelampung sama dengan jumlah penumpang. Untuk mencapai kapal, kita harus mengeluarkan jurus ninja Hattori, melompati beberapa kapal dengan aksi-aksi yang sungguh berbahaya dan hanya pantas dilakukan oleh Jackie Chan.

Sesampainya di Kapal Penumpang, akhirnya gue bisa santai di atas kapal sambil menikmati perairan Jakarta yang niscaya hampir tidak ada makhluk yang mampu hidup tanpa menutup idung. Perjalanan ke Pulau Tidung ditempuh dengan waktu 2,5 jam. Di kapal sempet kenalan sama Budi, seorang freaker trip yang selalu melakukan perjalanan sendirian dan spontan.

Sampe di Pulau Tidung, kita langsung menuju rumah penginapan. Ternyata perumahan para penduduklah yang lebih banyak dijadikan penginapan, di sini gue ngga menemukan hotel mewah atau losmen. Pulau Tidung adalah pulau kecil yang mayoritas kendaraannya sepeda, tidak ditemui mobil, bahkan motorpun jarang. Jalanan di sini kecil hanya berupa gang-gang di perumahan maupun di pinggir pantai. I enjoy riding my bicycle along the beach🙂. Wish u were there, Vanilla.

Rumah yang kami diami terdiri dari 3 Kamar tidur dan aula yang lumayan besar untuk 3 kasur besar, serta aula kecil di dekat dapur (gue pake sebagai musholla) yang malemnya gue pergunakan sebagai tempat tidur gue. Sampe di rumah, sekitar jam 11 pagi, makanan udah siap🙂, nyummy… Tapi kami harus siap-siap snorkling jam 1 siang, jadi gue berinisiatif buat hemat ruang di perut biar ngga tenggelem atau disangka ikan buntal “-__-.

Tepat jam 1 siang, kami pake sepeda menuju dermaga kapal kecil, karena snorklingnya di somewhere di sebuah pantai yang karangnya bagus dan ditempuh dengan kapal kecil tersebut. Kami harus menggunakan 2 kapal, karena satu kapal hanya menampung 10 orang sementara kami ada 20 orang. Sesampainya di lokasi, kami langsung pasang pelampung dan perlengkapan snorkling seperti mask dan breather. Kedalaman laut yang jadi tempat snorkling adalah sekitar 7 – 10 meter, cukup asik buat liat-liat karang dan ikan-ikan seperti di Film Finding Nemo.

Satu fakta yang sangat lucu, gue menemukan bahwa Bonifasius… A.k.a Boni staf kantor, ngga berani berenang, mending kalo ngga bisa, ini nyebur aja udah tolong-tolong. Hahahaha… Padahal kita udah narik-narik dia dari kapal, but he screamed and we’re so embarrassed, jadi kita lepasin juga dan membiarkan dia rajin ngunyah di atas kapal. Hm… Gue menikmati pemandangan di bawah permukaan, apalagi pas kita ngasih remah roti dan membuat ikan-ikan kecil ngumpul di sekitar kita. What a great moment…🙂.

Setelah snorkling, gue dan kawan-kawan dibawa ke sebuah pantai yang jadi pusat wisata para turis kalo ke Tidung… agak rame dan banyak permainan seperti Banana Boat, Kano, Tree-Walk dan Jembatan Cinta. Khusus yang terakhir, everyone seems to be free to fall their bodies to water, setinggi sekitar 6 – 7 meter. Mitosnya sih, untuk membuktikan cinta maka kita harus terjun dan kalo nimbul, berarti everlasting, tapi kalo ngga nimbul, maka itu terbukti bahwa anda sedang tenggelem… “-___-. What a prick. Gue ngga perlu membuktikan cinta gue yaaaaa… So… Gue ngga terjun…😛. Ido, Rully, Romi, Kuncoro dan Dipi terjun berkali-kali…bukan utk membuktikan cinta, tapi untuk membuktikan bahwa mereka lebih menarik dari lumba-lumba. 

Matahari hampir terbenam, akhirnya kita pulang lagi ke dermaga kecil tempat naruh sepeda tadi sebelum akhirnya pulang ke rumah penginapan. Kita maghriban di rumah and then makan malam tibaaaa. Nyummy…!

Setelah makan malam, kita disuruh mempersiapkan diri untuk barbequan di deket kantor Kecamatan. Ikan, cumi dan udang udah dipersiapkan dan kita tinggal bakar. Tapi beberapa anak dan termasuk gue memutuskan untuk di rumah aja, sementara hasil bakaran tetep harus dikirim ke rumah :p. Gue menyibukkan diri dengan menelpon :p, you know who on the phone is😉. Yang lain… Tidur “-___-.

Pagi-paginya, ternyata ujan, rencana melihat sunrise gagal total. But it’s okay, karena setelah ujan, gue bersepeda sendirian keluar dan menemukan spot bagus yang sebenernya malam tadi si Ido udah ke sana, tapi ternyata lebih bagus diliat pas pagi menjelang. Wow…airnya bening, suasana sejuk, sepi banget. Gue sempet mau nungguin matahari terkuak dari balik awan yang mendung. Tapi…gue ngerasa ngga afdol tanpa kebisingan dan tawa anak-anak, walopun in fact gue suka menyendiri. Trus gue bersepedahan lagi ke rumah dan ngajak anak-anak maen ke spot tersebut. Beberapa akhirnya memutuskan buat berenang, gue, ido dan diphi.

Setelah itu kita semua bersepeda ke spot di pantai bermain, ternyata lagi ada pak Kumis Malaranggeng lagi ngasih sambutan entah acara apa. Trus kita parkir sepeda untuk berjalan di jembatan penghubung (termasuk jembatan cinta) ke Pulau Tidung Kecil. Katanya di sana pantainya juga bagus buat berendem. Gue, ido dan Rully serta Kuncoro berenang di sekitar jembatan panjang menuju Tidung kecil. Agak dingin pagi itu but it was a nice swimming though. Setelah berenang dan foto-foto, kita semua menikmati kelapa di kantin kecil dekat pantai before we come back to our bikes parking lot.

Setelah itu kita kembali ke penginapan dan membereskan barang-barang untuk segera pulang. Tas dan koper-koper diangkat pakai becak motor, sedangkan kami jalan kaki menuju dermaga kapal feri penyeberangan.

It’s a quite holiday… Perjalanan kembali ditempuh dengan waktu yang sama saat datang ke Pulau Tidung. Well guys, it’s a good place, why don’t u come there?🙂

It was also a great time… A great moment spending with my friends, family and colleagues…🙂 too bad there was no Vanilla there😦.

One thought on “Berlibur ke Pulau Tidung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s