Earth Hour

Dukung 60′ earth hour tanggal 28 Maret 2009

1. Apa itu Earth Hour?

Earth Hour merupakan kampanye perubahan iklim global WWF yang menghimbau individu, pelaku bisnis, dan pemerintah untuk mematikan lampu selama 1 jam sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanggulangan perubahan iklim.

Earth Hour awalnya merupakan kampanye kolaborasi antara WWF-Australia, Fairfax Media, dan Leo Burnett untuk kota Sydney dengan tujuan mengurangi gas rumah kaca sebanyak 5% pada tahun 2007. Maksud kampanye ini adalah agar aksi ini dapat diadopsi oleh warga masyarakat, bisnis serta pemerintah lain di seluruh dunia sehingga dapat menunjukkan bahwa aksi individu yang dilakukan secara global dapat mengubah bumi kita lebih baik. Pada tahun 2008, jumlah partisipan bertambah menjadi 50 juta orang di 35 negara.

Di tahun 2009, Earth Hour targetkan jangkau 1 milyar orang di 1000 kota di dunia. Acara ini sendiri tidak hanya akan menunjukkan secara nyata hubungan antara penggunaan energi dan perubahan iklim di setiap negara yang berpartisipasi, tetapi juga agar masyarakat luas dapat menanggulangi ancaman terbesar yang dihadapi oleh bumi.

2. Apa arti logo EARTH HOUR?

Logo Earth Hour ’60’ menunjukkan 60 menit kampanye Earth Hour dimana fokus perhatiannya adalah dampak yang dialami oleh bumi dan tindakan positif dalam menanggulangi masalah tersebut.

3. Kapan?

Sabtu, 28 Maret 2009 pukul 20.30 – 21.30 (waktu setempat).

4. Kenapa Earth Hour Indonesia fokus di Jakarta?

Konsumsi listrik di Indonesia masih terkonsentrasi di Jawa, yakni sekitar 77% dari konsumsi nasional pada tahun 2007., Sekitar 20% pengguna listrik di Indonesia berada di Jakarta, sedangkan untuk pasokan listrik di daerah lain di Indonesia masih berbagi dalam jumlah yang lebih kecil.

Jika dilihat dari data PLN tahun 2007, penjualan listrik untuk wilayah DKI Jakarta dan Tangerang sebesar 27.939 GWh atau 23% dari total konsumsi listrik di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut terbagi menjadi beberapa bagian, dengan komposisi terbesar sebagai berikut:
– 34% berasal dari sektor rumah tangga (sebagian besar di DKI Jakarta)
– 30% berasal dari sektor industri (sebagian besar di Tangerang)
– 29% dari sektor bisnis (sebagian besar di DKI Jakarta).

Jumlah total penjualan ini setara dengan 24,89 juta Ton CO2 (dihitung berdasarkan data DJLPE tahun 2004 – 2006 tentang emisi CO2 yang dihasilkan dari produksi listrik: 0,891 ton CO2/MWh).

Proporsi terbanyak pengguna listrik di DKI Jakarta adalah kalangan bisnis dan rumah tangga; sedangkan untuk sektor industri lebih banyak terfokus di Tangerang.

5. Seberapa penting Earth Hour untuk Jakarta?

Mematikan lampu di DKI Jakarta dan sekitarnya selama 1 jam sama dengan mengurangi beban sekitar 300 MWh atau setara dengan mematikan satu pembangkit listrik dan mengurangi 284 ton CO2! Selain itu, hal ini juga secara rata-rata dapat mengurangi beban biaya listrik Jakarta sekitar Rp. 200 Juta.

Tidak hanya itu, jika selama daur hidup 1 pohon (20-30 tahun) dapat menyerap 1 ton CO2 dan mengeluarkan 1,2 kg O2 per hari (cukup untuk 2 orang per hari), maka mematikan lampu selama 1 jam dapat memberikan keuntungan lain, yakni menyelamatkan lebih dari 284 pohon dan menghasilkan udara bersih untuk lebih dari 568 orang.

Selain memanfaatkan Earth Hour sebagai momentum strategis untuk mengingatkan masyarakat akan dampak pembangkit listrik berbahan bakar fosil terhadap perubahan iklim, Earth Hour juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan krisis pasokan listrik dan distribusi di negara yang padat populasi dan pemakai listrik tertinggi. Selain itu juga, program ini meningkatkan kesadaran akan potensi sumber energi yang berkelanjutan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat lokal dan lebih jauh lagi dapat merangsang perubahan perilaku dan insentif ekonomi.

6. Apa Tujuan Kampanye Earth Hour Indonesia?
Menjangkau sebanyak mungkin publik (individu, rumah tangga, dan pelaku bisnis) untuk memadamkan lampu mereka pada tanggal 28 Maret 2009, pk 20.30 – 21.30
Mengedukasi publik terkait dampak perubahan iklim dan apa yang bisa dilakukan dalam mengubah gaya hidup individu di kehidupan sehari-hari dalam mengurangi emisi karbon dioksida
Mendapat dukungan dan partisipasi korporasi untuk menyebarluaskan kampanye Earth Hour, baik secara internal maupun eksternal, dan berkomitmen memadamkan lampu mereka di tanggal dan jam yang dimaksud
Memberikan preseden untuk kelanjutan kampanye Earth Hour Indonesia pada tahun 2010 dan selanjutnya
Mengukur perubahan dan kontribusi kampanye Earth Hour terhadap emisi gas rumah kaca di Jakarta
Memberikan mandat kepada pemimpin dunia yang akan menghadiri Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Desember 2009 untuk melakukan reformasi lingkungan, yakni dengan menghasilkan kesepakatan baru tentang perubahan iklim menggantikan Protokol Kyoto.
7. Siapa Target Sasaran Kampanye Earth Hour di Indonesia?

1. Pemerintah Daerah DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat memberikan pernyataan dukungan, baik lisan maupun tulisan, sebagai duta, dan memberikan contoh dengan mengikutsertakan bangunan/monumen ikon kota Jakarta dalam kampanye global ini. Selain itu diharapkan pemerintah daerah dan pemerintah pusat juga memberikan himbauan kepada departemen dan institusi terkait, termasuk kalangan bisnis di Jakarta untuk berpartisipasi.

2. Korporasi
Jika sektor komersial (gedung perkantoran dan pertokoan/mal) dapat ikut partisipasi mematikan lampu ketika sudah melewati jam kerja dan mengombinasikan aksi ini dengan kegiatan yang secara teknologi tepat guna dan efisien, maka sektor korporasi dapat mengurangi berton-ton emisi karbon dioksida yang dikeluarkan dari penerangan secara signifikan. Earth Hour bertujuan untuk menunjukkan kepada sektor korporasi betapa mudah dan efisiennya melakukan perubahan dengan mencontoh perusahaan-perusahaan yang telah mencapai penurunan emisi karbon dioksida.

3. Rumah Tangga
Setiap individu diminta secara sukarela memberikan komitmennya untuk mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak sedang digunakan pada tanggal dan jam dimaksud. Tujuannya untuk menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam gaya hidup sehari-hari jika dilakukan secara global dapat memberikan hasil besar.

8. Apa tindak lanjut dari Kampanye Earth Hour Indonesia?

Di 5 tahun mendatang diharapkan:
Kampanye Earth Hour menjadi kampanye tahunan dan masuk ke dalam program Pemda DKI Jakarta
Terjadi perubahan gaya hidup hemat energi di Jakarta dan memicu perubahan yang sama di kota-kota besar lain, termasuk dalam penggunaan lampu hemat energi
Jakarta mengembangkan inisiatif bangunan hemat energi dan ramah lingkungan
Indonesia mengembangkan sumber energi bersih yang potensial dan murah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s