Just a little bit to concern

Hi Guys,

Hm… pagi-pagi gue udah denger telepon dan sms dari temen lama yang ingin ketemu dan berkumpul. Kyanya ini orang pengen banget reuni kecil-kecilan. Padahal, terakhir reunian kuliah, gue sangat merasakan gangguan dari pameran pekerjaan. Artinya temen2 di situ udah pada mulai menyombongkan pekerjaan mereka maupun mengeluhkan pekerjaan mereka.

Dan yang lebih pasti sich, tiap kali gue ngomong bahwa kerja itu asik, mereka langsung menjudge yaaaaah… itu karena gue enak kerja sama bokap gue. Laaaaaaah… kerja ya kerja, mau kerja sama kuntilanak pun yach tetep aja kerja. Kata beberapa orang di antara mereka, gue blom merasakan lingkungan pekerjaan yang sebenernya. Huwh… blom tau aja bokap gue kalo ngamuk jadi Hulk.

Tapi tetap aja gue akan berusaha makin membuat mereka yang bicara kya gitu makin sebel dengan pernyataan; “ya enak lah kerja ama bokap… masa hidup gue udah susah masih aja mau dibikin susah?”. Hahahaha :p.

Hm… tapi yang mereka ngga tau, di sini gue punya beban moral dalam membayar semua kegagalan gue di masa lalu. Kerja sama bokap itu ngga enak, karena tiap kali gue bermasalah di kantor, pasti gue akan selalu menghadapinya di rumah juga kapanpun gue dan dia ktemu. Kerja sama bokap juga harus sungguh2 karena gue juga pake hati, bukan masalah uang… tapi keberhasilan gue akan sangat membuat dia senang. Kerja sama bokap sangat tidak mengenakkan karena tiap kegagalan yang gue buat akan diketahui seluruh keluarga gue.

Yah… padahal sich ngga cuma itu doang yang bisa gue lakuin dalam hal bekerja, gue juga freelance di beberapa kantor konsultan, majalah dan jurnal. Gue juga hidup dari bermusik yang entah itu nge-band ataupun terlibat dalam management band yang niscaya akan menjadi investasi yang cukup besar buat hidup gue.

Gue inget nasehat si Ido, salah seorang sahabat gue. Dia bilang gue harus terus maju dan menikmati hidup, karena ngga banyak yang seberuntung gue. Berarti gue bukan orang yang manja, tapi gue adalah sedikit dari orang-orang yang memperoleh keberuntungan. Amin.

2 thoughts on “Just a little bit to concern

  1. Hehe … Dith, klo gw sie nanggepin yang kaya bgitu, pertama2 gw akan bilang “Alhamd gw bersyukur dg rejeki yang d turunkan, tapi bukan berarti kerja gw lebih ringan dari pada kerjaan kalian, bisa jadi kerja gw lebih capek n tanggung jawab gw lebih besar”

    Dari sekian banyak yang ngomong bgitu, gw yakin semuanya pengen berada d posisi loe, tapi apa daya mereka cm bisa kasi komentar2 yang terkesan meremehkan. Jadi … ya ngomong aja, “Emang pekerjaan loe lebih capek n tanggung jawab loe lebih besar dari gw? lum tentu kan.”

    Terus klo ada yang bilang loe belum merasakan lingkungan pekerjaan yang sebenarnya, emangnya loe kerja main2 ? Hmmm … Show must go on Dith. Mungkin mereka hanya iri melihat kondisi loe yang lebih baik dari mereka.

    Bukan bermaksud memprovokasi, tapi mudah2an mereka bisa mengerti bahwa kita semua berusaha mencapai yang terbaik dengan segala kelebihan dan keterbatasan yang kita punya ^o^

    1. Hm… iya sich do… but as u said… the show must go on… silakan aja merka mengeluh… tapi bagi gue kerja is kerja… hehehe… banting tulang dari pagi sampe malem, malemnya kuliah dan sebelum tidur masih harus ngerjain tugas kuliah, bangun subuh buat ngerjain pekerjaan band, sebelum berangkat harus ngonsep draft akta dan kirim e-mail ke clients sebelum akhirnya ke kantor dan pas jam istirahat harus ke beberapa tempat. Jadi pegawai, konseptor, kurir dan depth collector senidirian. Hehehe…. siapa bilang kerja itu enak? Kerja is kerja… ya ngga do? Hehehe… malah ada yang tiap hari ke tanah abang :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s